Plus-Plus Rasa Lokal Harga Impor [1]
Sumpeh, blog ini eksis lho: www.jktmalemass.blogspot.com. “Mass” itu maksudnya “massage’, so you can imagine what it is about, kan????????
Beberapa minggu lalu, gue diajak makan-makan ultah temen gue, sebut aja si X. Dia cerita kalau sekarang ada blog isinya info-info pijet pria panggilan. Dan of course, yang dia maksud dengan pijet pria panggilan itu ya pastinya ya panggilan dengan plus-plus-plus-dan-plus. Dan of course lagi, in case ada yang gak ngerti, maksudnya lagi sih ya pijetnya cuma kamuflase doang, main service-nya ya plus-plus itu. Giving you a veeeeeerry happy ending!
Gue ngakak!
Tadinya gue piker si X dapat tau dari teman gue yang lain, karena gue jadi ingat kalau temen gue yang lain, sebut aja si Y, udah kasak-kusuk dengan temen gue yang lain lagi, sebut aja si Z, tentang blog ajaib itu.
Ajaib???
Iya, karena gue gak ngebayangin ada orang yang segitu kurang kerjaannya mengumpulkan info-info male massage di Jakarta, dan melaporkannya, lengkap dengan umur, top/bottom/versatile role, endowment size, dan kadang-kadang price
Gue piker: offensive gak sih buat pemberi jasa itu ketika foto-fotonya dipajang orang dengan seenaknya tanpa izin dulu?
Tapi kata temen gue: “Yaaaaaaaaaaaaaaa…………… kan ituung-itung promosi!!!!!!!!!!!!!!”. Dan kata mereka lagi, “BIG THANK to the blog owner!!!!! Udah gak ribet lagi kalau mau panggil pijat plus-plus!”.
Hihihi…………… kasian Pos Kota dong ya??? Pembelinya bakalan berkurang!
In my “Anything About You Survey 2012’, I found that among gay men who ever had sex, 24% of them ever paid for sex, and also there is another 13% ever got paid for sex by any means. By any means, maksud gue, kalo lo-brondong ketemu gadun-gadun-gendut [hihi… maap, tapi sumpeh, gadun-pencari-brodndong gak ada yang muscle kan???????????], trus diajak shopping ini itu, ditraktir makan sana-sini,………… termasuk ‘got paid for sex’ gak sih??????? Hihihi…
Nah, speaking of having paid-sex, gue nggak tau deh, this number gede apa nggak kalo dibandingkan ama str8 people, ya??? But one thing for sure, I was one of the 24% [but not 13% yaaaa………… Hihihi…]. Ya, to be honest, I did it before, I went to pijet plus-plus.
Well, it was a past – and in my defense [meski sebenarnya juga gue gak perlu defense apa-apa sih…!!!!!!!!!!!], I was single, young, adventurer, and ready to take any risk. And once in a while, I wanted to release the sex-tense at no drama.
At no drama, you said???????
Hihihi……………… yah, abisnya dulu waktu single dan soooooo-desperate to fall in love, hidup gue penuh drama!
And risk, you said???????????
Of course, risk… going to a place for pijat plus-plus or paying someone to come to your place for sex, actually kind of high risk. You never know who you will meet and what he brings along. I mean: entah dia udah ngelayanin berapa orang in his “career”?, entah dia udah ngelayanin berapa orang hari itu?, entah dia having STD atau nggak?, entah dia beneran cakep atau nggak as advertised [hihi…]?,…… and how about criminality? Belon lagi kalau lo-nya type-type feeling guilty, yang kemudian ngerasa “kok gue kayaknya desperate banget ya sampai paid someone for sex????”
So many entah!
But the truth is, ketika gue ngeliat lagi data di survey iseng-iseng gue itu, among those who ever paid another man for sex, cuma 71% lho yang pake kondom, 10% never, sisanya in-between. The question is: 71% is a relieved number or scary number? You say!!!!!!!!!!!!!
.
.
.
.
.
















![The best Bed & Breakfast …. [and Sauna!!!!] in Bangkok Babylon – Bangkok](http://i1189.photobucket.com/albums/z431/faorgasmingorganism/Babylon.jpg)

