Breaking Up Sucks! …… so does lonelines
Just a couple weeks ago, a dear friend told me that his BF finally broke up with him. Just like that, no conversation, no face-to-face talks, just BBM text and saying, “So, let’s break up!”
Ouch!!!!!!!!
It killed me hearing about it. And I was like shocking to know that how easy to break up just by BMM text. Apa mungkin gue yang terlalu old-fashion untuk berpikir kalau break up itu harus ngobrol langsung. Kalo dulu ketemu face-to-face, dan jadian juga face-to-face, no matter how hurt to break up, ngobrol face-to-face is a courtesy, right?
My friend thought so.
But his BF did not.
Many things change, apparently!
Well…… my All About You Survey 2012 said so! Meski 74% kita bilang pernah putus dengan bertatap muka langsung, ternyata 52% juga bilang pernah putus lewat SMS / BBM. And sadly, 40% bahkan pernah memutuskan pacar dengan menghilang begitu aja. Ouch! Ouch! Ouch!!!!!!!!!!!!!!
Tapi satu yang gak pernah berubah, breaking up sucks!
Admit it! We all want to live in a relationship happily ever after. Tapi gak semua yang kita mau, bisa kita dapatkan, bukan? Dan kadang itu membuat kita desperately doing anything to keep in the relationship we have.
As for my best friend who just broke up,……. If I can be frankly to him, I should say to him many years ago that they are not living in a healthy relationship. Yes, beberapa tahun lalu temen gue melakukan satu kesalahan fatal. But then, yes, beberapa tahun lalu BF-nya bilang kalau dia dimaafkan, dan mereka tetap pacaran.
Apparently, I saw them keeping the relationship for the sake not being alone.
Maaf itu tidak pernah diikuti dengan melupakan.
Is it bad? Well, who the hell I am to judge? Couple years ago, I was not having any relationship, perawan tua yang gak laku-laku, si sok kecakepan yang bertabur teori cinta, living a bitter life dengan sangat judes, dan hidup dalam dunia hitam putih tanpa warna kelabu.
Hanya ada ya, atau tidak.
Fully happy, or desperately sad.
Love to the fullest, or not at all.
Living in a healthy relationship, or being alone.
Sepertinya gue terlalu lama mengalami kesendirian, dan menikmatinya.
Dan bahkan gue sudah lupa betapa menyiksanya kesendirian itu.
So, meski dulu gue berpikir mengapa temen gue menjalani relationship for the sake of not being alone? Now I totally understand it. Why? Because being lonely sucks! Apalagi ketika lo udah terbiasa dengan keberadaannya every morning, noon, and night.
Just a day before My_Noon gue anterin ke bandara. Gue bangun pagi dengan kepala berat, mungkin karena akhirnya tadi malamnya mata gue terpejam jam 1 pagi, lalu gue melihat jam.
Oh My God!!!!!!! Jam 9.30???????? Telat ngantor! AAARRRRGGGHHHHH!!!!!!!!!!
Hihihihi…… I am not “not-a-morning” person. In normal exhausted day, gue toh pasti akan bangun paling tidak jam 8 karena gue harus pipis. In a normal happy day, jam 6 gue juga akan terbangun karena My_Noon pasti sudah gedebak-gedebuk, masuk ke kamar telanjang abis mandi, dan berisik ganti baju. Then, a morning kiss will wake me up.
Every morning!!!
But then he left… nobody wake me up, anymore! No naked body. No morning kiss. And now I totally understand, being lonely sucks!
So, I now totally understand my best friend why [in my opinion] he was living a relationship for the sake of not being alone. Just like 42% of us – according to my All About You Survey – yang pernah mempertahankan relationship karena gak mau hidup sepi sendiri.
.
.
.
.
.
















![The best Bed & Breakfast …. [and Sauna!!!!] in Bangkok Babylon – Bangkok](http://i1189.photobucket.com/albums/z431/faorgasmingorganism/Babylon.jpg)


May 23rd, 2012 at 3:21 pm
Big hugs to u my dear.
June 7th, 2012 at 9:53 am
yeah,, being lonely is sooo suck..
saya udah tinggal bareng dengan bf sy almost 2 years. dan saat ini saya harus kembali ke rumah orang tua dan menetap d sana atas desakan org tua. mereka sudah tau saya pacaran dengan bf saya dan semakin membulatkan keputusan mereka agar saya bekerja d kota mereka (saya br lulus kuliah).. dan skrg sudah seminggu saya berpisah dengan nya meskipun kami tidak putus. kami berharap suatu saat nanti kami bisa bertemu dan tinggal bersama lagi,, dan saya harap itu akan terjadi secepatnya,,
jadi saat Fa bilang “God-I-Miss-A-Morning-Kiss” i really got it.. i really feel it.. i miss a morning kiss. i miss his hug. i miss his stupidity.. hahaha..
Al, And it feels hurt…
July 2nd, 2012 at 11:16 pm
there’s a saying: “love when u r ready, not when u r lonely”. Is it true? I start to question myself as i read this blog.