Suddenly Alone

Dulu waktu gue jadian sama My_Noon, gue udah dikasih tau kalo dia ada plan untuk ngelanjutin studynya dalam waktu dekat, most probably keluar negeri. Jadi dari awal, gue udah disiapin untuk ditinggal.

Well,… I don’t believe in long distance relationship. Frankly speaking. Long distance yang by my definition adalah 2 orang yang pacaran tapi tinggalnya saling berjauhan dari awal sampai akhir, simply because emang dari awal ketemu udah berbeda kota-negara-benua, dan gak ada kemungkinan untuk finally live together.

Karena konsep pacaran gue:

“Every-day-meeting-you-makes-me-loves-you-more-and-more!”

“I don’t mind having nightmare every night as long as you are beside me when I wake up”
“Everyday Kiss!!!!!!!!!!!!!!!!”

Kampung bener!!!!!!!!!!!!! Hihihi… tapi biarin! Lah, emang dari dulu gue bermimpi punya laki, lalu tinggal bareng, lalu menjadi tua bersama.

Jadi, waktu My_Noon ngomong begitu dari awal, gue sempat terdiam dulu. Hm…… he will leave me…… for how long? Are you coming back, kan????????????????? Coz, if he was not coming back, I will say NO. Sutralah, gue juga bukan tipe orang yang “nikmatin aja, meski tanpa kepastian”.

Of course, di dunia ini nggak ada yang pasti. Kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi. But I want to have plan. Setidaknya, kalau gue punya plan, gue akan berusaha mewujudkannya. Tapi kalo dari awal nggak ada plan… aih, gue nggak mau.

So, when he said that he will leave me someday for studying abroad but he will come back, gue bilang “OK, I can live with that”. This is an excuse that I make for temporarily long distance relationship.

Then we were living together! Hm… it’s very easy for us to decide living together. Toh, sebelum resmi pacaran mengikat janji, gue udah stay di kost dia tiap hari dan gak pernah balik ke kost kecuali buat nganterin baju kotor dan ngambil baju buat stock seminggu.

In my “Anything About You Survey 2012”, ternyata gue termasuk kelompok 14%. Hihi… kebanyakan gay men living together, ternyata butuh 1-3 bulan setelah komitmen untuk tinggal bersama (33%), atau butuh lebih dari setahun (33% juga). Jadi, either cepat atau lama. Either terlalu yakin atau eits-tunggu-dulu-ntar-kalo-gak-cocok-gimana?

It’s not about right or wrong, I guess. Just about which way you like. Buat gue, ya udah lah, kalo gue yakin pacaran ya gue harus yakin untuk langsung tinggal bareng. Karena, everyday I meet him, makin kenal perintilan kecil-kecilnya. Gue selalu jatuh cinta pada perintilan kecil-kecil!

Lalu sebulan… belum ada kabar.

Tiga bulan… lagi nyari-nyari informasi sekolah

Setahun… mulai daftar, dalam negeri ajaaaaaaa

Dua tahun… kok gue sedikit lega???

Hihihi… bukannya gue berharap dia gak usah sekolah aja ke luar negeri… tapi, hihihi… after 2 years living together, makin lama gue mikir, “How can I live every day if you were not here??????????????”. Kalo dalam negeri doang kan enak buat gue? Ke Solo? Deket!!!!!!!!!! Gue bisa belanja batik. Ke Semarang? Deket!!!!!!!!!!!!!!!!

Kampung? Biarin!!!!!!!!!!

Then suddenly, menjelang 3 tahun, after ngedaftar sana sini, ujian sana sini, My_Noon keterima sekolah.

Di luar negeri.

Frankly speaking… kok gue gak takut ya? Meski kata Alexandrine, “Fa, lo gak ngikut aja???? 3 tahun lama lho????????????”. Tapi kata gue, “Hm……… iya sih, lama……… tapi kan gue jadi ada alasan buat liburan keluar negeri???”

Thanks to budget airlines, gue udah nyoba liat-liat tiket promo aja, udah dapat di bilangan 1 – 2 juta aja buat p-p. Yah, toh hitung-hitung gue ngurangin ngopi-ngopi cantik dan nahan-nahan diri gak beli sepatu atau tas melulu… 2 or 3 times a year, gue juga bisa berkunjung.

So, 3 years gak akan terlalu lama.  Apalagi kalau gue berpikir for a better future for him and me. Ya udah lah……… jalanin aja! Toh, meski gue sendirian di apartement, but I know that I am not and never completely alone with many best buddies around.

So, although it’s quite sad to be alone suddenly, but I am so happy for him. Belajar yang rajin ya, saying!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

.

.

.

.

.

Fa, every-second-I-miss-you

This entry was posted on Monday, May 21st, 2012 at 5:52 pm and is filed under The Fabulous Blog. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Suddenly Alone”

  1. Geeze Says:

    mas fa. tulis tentang gmn awal ktemu your my_noon dong. udah baca dari awal blog yang lama ampe yg ini tp gak nemu crita itu.

Leave a Reply